Makna Rangkaian Hari Raya Nyepi

Om Swastyastu.

Nyepi merupakan satu satunya hari raya agama Hindu, yang diakui pemerintah sebagai hari libur nasional.

Hari Raya Nyepi adalah peringatan pergantian tahun baru caka. Sebagai Tahun baru yang dirayakan bebas dari keramaian, bebas dari hura hura, dan bebas dari kebisingan. Namun perayaannya penuh dengan makna filosofis yaitu dilaksanakan dengan cara yang sepi, sunyi dan hening.

Adapun Rangkaian perayaan Tahun Baru Caka terdiri dari: Melasti, Tawur Agung, Penyepian, dan Ngembak Geni.

Penjelasan Rangkaian Nyepi

1) Melasti
Dilaksanakan 3 hari sebelum Nyepi, Ritual yang dilakukan biasanya melakukan pemujaan pada sumber – sumber air, seperti laut, danau atau sungai. Makna dari ritual ini dalam kitab sundarigama disebtukan “Melasti ngarania ngiring prewatek dewata angayutaken laraning jagat, papa klesa, letuhing bhuwana”. Tujuan melasti adalah berbakti kepada Sang Hyang Widi beserta perwujudannya, melenyapkan segala dosa dan kekotoran dunia.

2) Tawur Agung Kesanga.
Dilaksanakan 1 hari sebelum Penyepian, tepatnya pada bulan Tilem Sasih ke Sanga. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan upacara Bhuta Yajna, yaitu membangun keharmonisan terhadap unsur panca maha bhuta yang dapat mengakibatkan bencana. Oleh karenanya tawur agung sebagai cara untuk menjaga keseimbangan bhuana agung dan bhuana alit demi tercapainya kedamaian dan keselamatan semesta.

Tawur agung diikuti dengan upacara pengrupukan di lingkungan rumah masing masing, yang dilanjutkan dengan pawai ogoh ogoh sebagai simbol bhuta kala, yang pada puncaknya dibakar guna menetralisir dan menghilangkan sifat keraksasaan dalam diri sendiri.

3) Perayaan Nyepi
Tepat pada tanggal 1 sasih ke dasa umat Hindu merayakan Nyepi dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian yaitu:
a) Amati Geni Tidak menyalakan Api,
b) Amati Lelungan Tidak Bepergian,
c) Amati Lelanguan Tidak mengumbar hawa nafsu,
d) Amati Karya Tidak bekerja,

Makna catur brata penyepian adalah sebagai media instopeksi dan pengendalian diri guna memiliki kesiapan lahir batin dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan pada tahun yang baru.

4) Ngem bak Geni.
Rangkaian terakhir dari perayaan Tahun Baru Saka adalah Ngembak Geni. Pada hari ini umat Hindu melakukan persembahyangan dan pemujaan kepada Sang Hyang Widhi Wasa, dengan permohonan supaya pada tahun yang baru, diberikan kemudahan, kebaikan, dan kembali menjadi manusia yang bersih juga suci dari segala dosa dosa di masa lalu.

Selanjutnya dalam ngembak geni juga dilakukan dharma santi, dimana umat saling memaafkan, serta menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama umat hindu, antaruma beragama, dan dengan pemerintah.

Demikian rangkaian perayaan Nyepi sebagai peringatan Tahun Baru Saka. Lokasamasta Sukino Bhawantu. Semoga semua makhluk di seluruh alam menjadi bahagia

Sumber gambar: Nyepi vector created by freepik – www.freepik.com

Related Posts

Hari Raya Pagerwesi sebagai pemujaan Pramesti Guru

Satu lagi hari raya umat hindu yang berkaitan dengan turungya ilmu pengetahuan yaitu pagerwesi. Hari raya Pagerwesi di laksanakan setiap empat hari setelah Hari raya Saraswati. Tepatnya…

Makna Hari Raya Saraswati

Hari raya keagamaan dalam Agama Hindu merupakan suatu bentuk persembahan bakhti terhadap Hyang Widhi Wasa. Di balik perayaan hari suci tentu memiliki sejuta makna yang luhur dan…

Makna Simbolik Perayaan Kuningan

Kuningan merupakan rangkaian hari raya galungan yang jatuh setelah 10 hari, tepatnya Sabtu keliwon wuku kuningan. Kata Kuningan memiliki makna “kauningan” yang artinya mencapai pengetahuan spiritual dengan…

Arti dan Makan Penjor Galungan

Mendengar kata Penjor pasti sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Ya.. Penjor identik dengan perayaan Galungan bagi umat Hindu di Nusantara sehingga terlihat meriah. Bahan untuk…

Makna Hari Penyekeban, Penyajan dan Penampah

Setiap perayaan hari suci keagamaan tidak lepas dari makna simbolis dan makna filosofis dalam pelaksanaanya. Penyekeban, Penyajan dan Penampahan adalah tiga runtutan rangkaian Hari Raya Galungan yang…

Arti dan Makna Sugian Jawa dan Bali

Dalam menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan dalam Agama Hindu, maka terdapat rangkaian upacara yang menyertainya. Rangkaian upacara diibaratkan seperti anak tangga, yang berfungsi sebagai pijakan menuju…

Leave a Reply

Your email address will not be published.