Dalam menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan dalam Agama Hindu, maka terdapat rangkaian upacara yang menyertainya. Rangkaian upacara diibaratkan seperti anak tangga, yang berfungsi sebagai pijakan menuju puncak utama. Dua rangkaian yang tidak kalah pentingnya adalah sugihan Jawa dan sugihan bali.

Ups… tentu ini tidak berkaitan dengan suku jawa atau suku bali, tetapi kita akan melihat makna dan filosofisnya.

Dalam lontar sundarigama dijelaskan bahwa filosofis dari sugian, erat kaitannya dengan pembersihan dan penyucian. Jika dilihat dari urat arti katanya, kata sugihan jawa berasal dari akar kata sugi, yang artinya membersihkan, dan jaba yang artinya luar. Jadi sugihan jawa dapat diartikan sebagai suatu upacara yang berfungsi untuk membersikan Bhuana Agung atau makrokosmos atau alam semesta, baik sekala maupun niskala.

Sedangkan Sugihan Bali berasal dari kata Sugi yang berarti membersikan dan Bali yang berarti kekuatan yang ada dalam diri. Sehingga Sugihan Bali adalah upacara yang bertujuan untuk menyucikan buana alit atau mikrokosmos atau badan secara lahir dan batin.

Kedua rangkaian hari raya ini dilaksanakan pada waktu yang berbeda. Sugihan Jawa jatuh pada Kamis Wage Wuku Sungsang atau 6 hari sebelum hari Raya Galungan. Sedangkan Sugihan Bali jatuh pada Jumat Kliwon Wuku Sungsang atau sehari setelah Sugihan Jawa.

Bagaimana pelaksanaanya?

Upacara sugian jawa dan sugian bali dapat dilaksanakn sesuai desa, kala, patra dan tingkat kemampuan masing – masing. Dari tingkatan sederhana hingga tingkatan yang utama. Prinsipnya niat dan ketulusiklasan diri kita dalam melaksanakan kedua rangkaian upacara tersebut.

Jadi dapat disimpulkan mengenai Sugihan Jawa dan Sugihan Bali hendaknya dilaksanakan oleh umat hindu dalam menyambut Hari Raya Galungan. Mengingat menjelang hari raya galungan akan turun Tiga Bhuta Kala yang akan menggoda umat manusia di dunia.

Dengan melakukan pembersihan Bhuana Agung pada Sugihan Jawa, dan pembersihan Bhuana Alit pada Sugihan Bali, dapat menguatkan sardha dan bhakti yang akan menjauhkan dari godaan Bhuta kala.

Sehingga pada Hari Raya Galungan, umat akan lebih mampu memahami akan arti kemenangan dharma melawan adharma.

Sumber gambar: Galungan vector created by freepik – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *